Tipe-Tipe Perumahan yang Perlu Diketahui Sebelum Membeli Rumah
Memilih rumah bukan sekadar soal lokasi dan harga, tetapi juga soal memahami tipe perumahan yang ditawarkan oleh developer. Di pasar properti Indonesia saat ini, terdapat beragam konsep hunian, mulai dari perumahan cluster yang tertutup dan aman, perumahan terbuka yang lebih fleksibel, perumahan subsidi bagi masyarakat berpenghasilan rendah, hingga kota terpadu berskala besar dengan fasilitas lengkap. Masing-masing tipe memiliki karakteristik, kelebihan, dan target pasar yang berbeda.
Tanpa memahami perbedaan ini, calon pembeli berisiko memilih hunian yang kurang sesuai dengan kebutuhan, gaya hidup, maupun rencana jangka panjangnya. Agar tidak salah langkah sebelum membeli rumah, simak penjelasan lengkap mengenai tipe-tipe perumahan berikut ini!
Perumahan Cluster
Perumahan cluster adalah kawasan hunian yang terdiri dari sekumpulan rumah dengan desain yang relatif seragam, dikelilingi pagar atau tembok pembatas, dan hanya memiliki satu akses masuk-keluar atau yang dikenal dengan istilah one gate system. Sistem ini memungkinkan pengelola menempatkan pos keamanan tepat di gerbang utama, dilengkapi CCTV serta petugas yang berjaga selama 24 jam untuk memantau setiap kendaraan dan orang yang keluar masuk kawasan.
Berkat sistem keamanan terpusat ini, perumahan cluster umumnya menawarkan privasi yang lebih tinggi dan lingkungan yang minim lalu lintas kendaraan dari luar. Tipe ini banyak diminati oleh keluarga muda maupun profesional yang mengutamakan rasa aman dan lingkungan yang tertata rapi untuk tempat tinggal jangka panjang.
Perumahan Non-Cluster atau Perumahan Terbuka
Berbeda dengan cluster, perumahan non-cluster atau perumahan terbuka tidak memiliki pagar maupun gerbang pembatas khusus. Akses jalan di dalam kawasan ini terhubung langsung dengan jalan umum di sekitarnya, sehingga siapa pun dapat melintas keluar masuk tanpa melalui satu pintu terpusat.
Karena tidak memerlukan sistem keamanan terpusat dan infrastruktur one gate, harga rumah di perumahan terbuka biasanya lebih kompetitif dan aksesnya pun lebih fleksibel. Meski begitu, keamanan lingkungan pada tipe ini umumnya bergantung pada swadaya warga, seperti sistem ronda atau pos keamanan RT/RW, bukan sistem terpusat seperti pada perumahan cluster.
Perumahan Subsidi
Perumahan subsidi adalah program hunian yang diinisiasi pemerintah untuk masyarakat berpenghasilan rendah (MBR). Harga jual rumah pada tipe ini dibatasi oleh pemerintah dan pembeli dapat memanfaatkan skema kredit pemilikan rumah (KPR) bersubsidi, seperti Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP), dengan suku bunga yang lebih ringan dibandingkan KPR komersial.
Untuk mendapatkan rumah subsidi, calon pembeli harus memenuhi sejumlah syarat, di antaranya penghasilan yang tidak melebihi batas ketentuan pemerintah, belum pernah memiliki rumah atau menerima subsidi perumahan sebelumnya, serta berstatus Warga Negara Indonesia. Target penerima program ini umumnya adalah pekerja dengan penghasilan tetap maupun pekerja informal yang ingin memiliki hunian pertama dengan tipe rumah terbatas, seperti tipe 22 atau 36, namun tetap layak huni.
Perumahan Komersial atau Kota Terpadu (Township)
Perumahan komersial atau yang lebih dikenal dengan istilah kota terpadu (township) merupakan kawasan skala besar yang dikembangkan pihak swasta dan dirancang layaknya kota mandiri. Konsep ini menggabungkan area hunian, kawasan komersial, fasilitas pendidikan, kesehatan, hingga ruang terbuka hijau dalam satu kawasan yang saling terintegrasi.
Dengan fasilitas yang lengkap dan terintegrasi, penghuni kota terpadu dapat memenuhi hampir seluruh kebutuhan sehari-hari tanpa harus keluar jauh dari kawasan tempat tinggalnya. Selain kenyamanan hidup, konsep ini juga berpotensi mendongkrak nilai properti di dalamnya secara berkelanjutan seiring dengan berkembangnya kawasan dari waktu ke waktu.
Tips Memilih Tipe Perumahan yang Sesuai Kebutuhan
Setelah mengenal berbagai tipe perumahan di atas, langkah selanjutnya adalah menyesuaikannya dengan kebutuhan pribadi maupun keluarga. Pertama, perhatikan budget yang dimiliki, baik untuk harga beli rumah maupun simulasi cicilan bulanan ke depannya, agar tidak memberatkan kondisi keuangan dalam jangka panjang.
Kedua, pertimbangkan tingkat keamanan yang dibutuhkan, misalnya apakah lebih nyaman dengan sistem one gate pada perumahan cluster, atau cukup dengan keamanan swadaya warga di perumahan terbuka. Ketiga, sesuaikan pula dengan fasilitas yang benar-benar dibutuhkan, seperti sekolah, sarana ibadah, ruang terbuka hijau, hingga kemudahan akses transportasi dan jalan tol menuju tempat beraktivitas sehari-hari.
Sutera Nexen, Hunian Open Space untuk Beragam Kebutuhan Hunian
Sutera Nexen dari Alam Sutera Group, township modern dengan luas kawasan 35 hektar. Berlokasi strategis hanya 3 menit dari Exit Tol Balaraja Timur dan terhubung langsung dengan kawasan Suvarna Sutera.
Kawasan ini dilengkapi dengan sistem keamanan one gate system 24 jam serta fasilitas komunal seperti Sutera Nexen Hub, dan telah menghadirkan beberapa klaster hunian, seperti Byte, Virtu 1, dan Virtu Phase 2, dengan berbagai pilihan tipe rumah dalam satu kawasan kota mandiri yang terus berkembang.
Ingin tahu lebih lanjut? Hubungi Tim Sales kami sekarang dan ikuti akun Instagram @suteranexen agar tidak ketinggalan update terbaru!
